Efficiency solutions for government, industry & the general public

Informasi Teknik

Alat peningkatan kualitas bahan bakar permanen yang dipasang dengan sekrup ........ Umur operasional mesin yang diperpanjang ........... Mengurangi pembentukan timbunan-timbunan karbon/jelaga ....... Memperbaiki ekonomis bahan bakar ........ Meningkatkan kualitas bahan bakar dengan meningkatkan oktan pada bahan bakar........ Memungkinkan penggunaan bahan bakar ber oktan lebih rendah ........ Meningkatkan tenaga kuda dan torsi yang bertambah........ Mengurangi emisi sering sampai 50% ........ Mengurangi penggatian minyak pelumas dan saringan pertahun ........ Menjaga injektor-injektor, Jet-jet dan busi-busi lebih bersih .......  Sama sekali bebas perawatan-pasang dan lupakan dia ......... Mudah dipasang pada saluran bahan bakar anda seperti saringan bahan bakar .......... Akan bekerja terus menerus sampai 400.000 km atau 5 tahun (5000 jam operasional)


Spesialis Dalam Solusi Effisiensi

Untuk mesin ukuran apa saja yang menggunakan bahan bakar

PT. FTG Indonesia
Bahan Bakar Bensin dan Solar-Dasar Dasar
Bilangan Oktan yang ditentukan untuk bahan bakar motor sangat kecil kaitannya dengan zat kimia ”OKTAN” (C8 H18) yang sebenarnya didalam bahan bakar dan segala macam kaitannya dengan ketahanan bahan bakar terhadap letupan (Yang berkaitan langsung dengan jumlah energi/panas yang diperlukan untuk membakar bahan bakar). Adalah mungkin menentukan nilai Oktan suatu bahan bakar tanpa adanya kandungan oktan sama sekali.

MENGAPA KITA MEMPERHATIKAN OKTAN? APAKAH ITU PENYALAAN DINI? APAKAH  ITU LETUPAN?

Nilai oktan suatu bahan bakar diukur secara empirik atas ketahanannya terhadap letupan dan sedikit lebih jauh, penyalaan dini. Secara teknik nilai oktan mengukur kemampuan bahan bakar untuk bertahan terhadap penyalaan tiba-tiba dari gas buang yang tidak terbakar, dibawah kondisi uji yang terkontrol.

Apakah Penyalaan Dini (Pre-ignition) itu?

Penyalaan dini timbul bila campuran bahan bakar/udara didalam silinder menyala sebelum busi        memantik. Hal ini dapat disebabkan oleh bahan bakar pencemar yang terbakar (misalnya karbon atau busi dengan tingkat panas yang tidak tepat) didalam silinder atau oleh pemanasan lanjut yang ekstrim.

Apakah Letupan (detonation) itu?

Letupan timbul bila permukaan api didalam silinder tidak menyebar dengan lancar dari titik penyalaan (busi) menuju sisi lain  dari silinder. Hal ini mengacu pada penyalaan spontan padaseluruh muatan silinder. Hal ini sering disebabkan oleh tekanan ekstrim yang terjadi dalam silinder saat muatan dinyalakan pertama kali (oleh busi), tapi adanya tabrakan diantara beberapa permukaan api (yang seharusnya berkembang menghasilkan tekanan yang seragam) dapat merusak piston. Detonation atau letupan, ping dan knocking atau ketukan, semua adalah gejala-        gejala yang menunjukkan bahwa energi yang dihasilkan oleh penyalaan bahan bakar tidak maksimal.
Penggunaan FFC akan meminimalkan timbulnya hal-hal ini.

BAGAIMANA MENGENAI BAHAN BAKAR?

Ada enam hal yang dipertimbangkan dalam membandingkan bahan bakar Hidrokarbon:
Volatilitas (kemudahan menguap) – Singkatnya, bagaimana sifat-sifat bahan bakar untuk menguap? Hal ini mempengaruhi kemampuannya untuk mudah bercampur dengan udara dan kecenderungannya terhadap Vapor Lock. Dia juga menentukan karakteristik polusi dari bahan bakar yang mengandung bahan-bahan polusi yang mudah menguap.

Penyalaan dini & ketahanan terhadap gejala knocking sebagai acuan terhadap ”nilai Oktan”. Berapa banyak energi diperlukan untuk membakar bahan bakar, berapa besar ketahanannya terhadap penyalaan sendiri oleh panas akibat kompresi? Juga berapa tingkat pembakarannya (yang mempengaruhi tingkat kenaikan tekanan)?
Kandungan Energi. Berapa banyak energi dapat dihasilkan dari bahan bakar sebagai persentasi dari volume atau massa?

Panas penguapan (Heat of evaporation)

Stabilitas kimiawi, netralitas dan kebersihan. Apa saja kandungan tambahan dalam bahan bakar untuk mencegah timbulnya gum? Mencegah kebekuan? Mencegah Karat? Mengurangi deposit?
Keamanan dalam penanganannya.

faktor pertama seringkali membingungkan dan saling dikaitkan, sedang pada kenyataannya mereka menilai tiga hal yang sama sekali berbeda. Tidak ada keterkaitan secara alamiah atara ketiganya.

RUMUSAN UMUM

Bahan Bakar Berat (solar, jet): Volatilitas rendah, ketahanan terhadap knocking rendah, energi tinggi per volume.

Bahan Bakar Ringan (Gasolin) : Volatilitas tinggi, ketahanan terhadap knocking tinggi, energi rendah per volume.

Agar dicatat bahwa gasolin, sebagiannya menghasilkan energi yang relatife rendah per gallon dengan kenyataan bahwa berat satu gallon bensin adalah lebih rendah kurang lebih 15% dibandingkan satu gallon bahan bakar jet.
Tingkat oktan tidak ada korelasinya dengan tenaga mesin atau efficiensi.

Adalah lebih banyak energi potensial dalam satu gallon bahan bakar solar dibandingkan dalam satu gallon gasoline walaupun bahan bakar solar memiliki nilai oktane yang jauh lebih rendah.
 
BAGAIMANA TINGKAT OKTAN SUATU BAHAN BAKAR DITENTUKAN?

Pertama adalah pastikan dahulu pasokan bahan bakar yang cukup yang anda inginkan untuk di uji. Kemudian dapatkan sejumlah heptane (dibuat dari getah pinus) dan sejumlah iso-oktane (turunan dari petrolium C8 H18). Disepakati secara umum bahwa ISO-Oktane memiliki peringkat oktan 100 sedangkan Heptane memiliki peringkat oktan 0.

Kemudian hubungi Waukesha Motors dan pesan satu Mesin penguji ASTM-CFR (Harganya sekitar USD250.000) mesin satu silinder ini memiliki karburator dengan empat buah mangkuk bahan bakar dan cylinder head yang dapat digerakkan untuk merubah perbandingan kompresi antara 4:1 hingga 18: 1 sambil mesin bekerja.

Isi penuh ASTM-CFR dengan bahan bakar yang akan ditentukan peringkat oktannya, dan untuk bahan bakar otomotiv, lakukan dua protokol pengujian  menggunakan ASTM, satu protokol disebut protokol motor dan yang lain disebut protokol riset. Anda variasikan perbandingan kompresi mesin sampai didapatkan kondisi knocking, kemudian dicatat semua parameter yang berlaku.
Setelah itu lakukan kembali pengujian dengan bahan bakar acuan yang dibuat dari variasi pencampuran heptane dan iso-octane pada mesin ASTM-CFR, variasikan terus perbandingan heptane dan iso-octane sampai didapat campuran yang bersifat sama (terhadap knocking) dengan bahan bakar yang diuji sebelumnya. Setelah didapatkan hitunglah berapa jumlah heptane yang telah dicampurkan pada iso-octane untuk mendapatkan campuran yang mengalami knocking pada mesin ASTM-CFR, sama seperti bahan bakar yang diuji sebelumnya. Misalkan didapatkan 10% heptane pada 90% iso-octane, maka bilangan oktane bahan bakar yang diuji adalah 90.

Bagaimana protokol motor dan protokol riset berbeda? Kebanyakan pada parameter inputnya. Pada protokol motor (ASTM D27000-92) Suhu udara masuk dijaga pada 38C, waktu penyalaan bervariasi terhadap perbandingan kompresi, antara 14 dan 26 BTDC, dan mesin berputar pada 900 RPM. Pada protokol riset (ASTM D2699-92) suhu udara masuk bervariasi antara 20 C dan 52 C (tergantung tekanan barometer) waktu penyalaan ditetapkan pada 13 BTDC dan mesin berputar pada 600 RPM. Metode motor dikembangkan pada tahun 1920an, adalah metode pemeringkat oktan pertama yang dikenal. Setelah itu banyak lagi metode yang diperkenalkan selama 1940-an sampai 1960-an, satu diantaranya metode riset, didapati memiliki korelasi yang lebih dekat dengan bahan bakar dan kendaraan yang ada kemudian.

Bagaimanapun pada awal 1970-an mobil-mobil yang berlari pada kecepatan tinggi di jalan, seperti Autobahn di Jerman, mulai mengalami kerusakan akibat knocking pada kecepatan tinggi. Kemudian disadari bahwa perbedaan peringkat antara metode motor dan metode riset dikenal sebagai kepekaan bahan bakar, juga sangat penting.

Semakin besar kepekaan suatu bahan bakar, semakin buruk kinerjanya dipandang dari sisi knocking, dalam berbagai persyaratan penggunaannya di dunia nyata. Pada stasiun-stasiun pengisian bahan bakar peringkat-peringkat oktan motor dan riset di rata-ratakan untuk mendapatkan peringkat oktan yang kemudian anda lihat, itulah sebabnya anda sering melihat persamaan (R+m)/2 pada satu sisi pompa pengisian. Kepekaan bahan bakar ini tidak dipublikasikan. Bahan bakar yang mengalami penguraian yang tinggi, sangat peka, sedangkan bahan bakar parafin sering menunjukkan perbedaan hampir nol diantara keduanya. Walaupun kepekaan bahan bakar ini tidak dikumpulkan pada pompa, dia dapat menjadi petunjuk berharga mengenai kinerja oktan yang sesungguhnya.

Perlu di ingat bahwa pengujian oktan dilakukan di Laboratorium menggunakan mesin penguji khusus. Semakin rendah kepekaan suatu bahan bakar semakin menunjukkan bagaimana sebenarnya bahan bakar tersebut akan berlaku sebagai yang diharapkan. Umumnya semakin dekat peringkat oktan riset dengan peringkat oktan yang dipublikasikan, semakin bisa dipercaya peringkat oktan yang dipulikasikan tersebut. Karena pada metode motor dan metode riset perbedaan utamanya terletak pada input parameternya (Keduanya menggunakan mesin penguji yang sama) Semakin besar perbedaan antara pengujian motor dan pengujian riset yang ditunjukkan oleh bahan bakar akan mengacu pada perbedaan input parameternya (suhu intake, waktu penyalaan dsb).

Bahan bakar yang memiliki peringkat oktan yang bervariasi dengan parameter-parameter intakenya, dikatakan lebih ”sensitive”

BAGAIMANA MEREKA MENGADAKAN BILANGAN OKTANE DIATAS 100?

Seringkali hal ini dilakukan dengan cara extrapolasi. Suatu metode yang lebih handal, bagaimanapun adalah dengan melalui apa yang disebut ”bilangan kinerja”. Secara singkat hasilnya didapat dengan mencatat nilai tekanan efektif silinder sesaat (instantaneus mean effective cylinder pressure-IMEP), dengan menggunakan bahan bakar yang diuji, pada tekanan tertinggi yang tidak menyebabkan knocking. Nilai atau bilangan ini kemudian dikalikan 100 dan hasilnya dibagi dengan nilai IMEP pada tekanan tertinggi yang tidak menyebabkan knocking, dengan menggunakan bahan bakar dengan nilai oktan setara 100.

Perlu dicatat bahwa secara teknis tidak ada sesuatu dengan nilai oktan diatas 100, jadi hindarkan acuan ”gasolin dengan nilai oktan 110” sebaiknya ”gasolin dengan bilangan kinerja 110” adalah lebih tepat.

BAGAIMANA TIMBAL MEMPENGARUHI OKTAN?

Tetraethyl Lead menaikkan peringkat oktan tidak karena dia menambah ”oktan” pada bahan bakar tapi karena dia membuat bahan mengalami knocking pada perbandingan kompresi yang lebih tinggi pada mesin ASTM-CFR.
Menurut riset yang mutakhir, peringkat oktan menurun pada bahan bakar hidrokarbon dengan bentuk rantai memanjang dan halus (Bahan bakar Parafin). Bahan bakar hidrokarbon dengan rantai bercabang, dan bahan bakar aromatik, memiliki peringkat oktan lebih tinggi.

Catatan Penting : Pada gasolin, katalisator bahan bakar Fitch (FFC) merubah molekul-molekul halus bukan gasolin menjadi molekul-molekul gasolin yang sangat bercabang dengan nilai oktan yang tinggi. Hal ini sangat diharapkan dan membantu mesin menghasilkan lebih banyak tenaga dari tiap gallon bahan bakar.

Campuran Oxigen dan alkyl timbal mempengaruhi jalannya reaksi penyalaan dini dengan menghemat terjadinya percabangan. Timbal, semula dipercaya oleh umum, bekerja dengan memperlambat laju penyebaran api, sehingga memperlambat kenaikan tekanan dalam silider, sedangkan secara umum kecepatan penyebaran api bekerja dipengaruhi peringkat oktan, timbal tidak secara nyata mempengaruhi hal itu.

APAKAH FAKTOR-FAKTOR  LAIN YANG MEMPENGARUHI PERSYARATAN -PERSYARATAN OKTAN?

Design ruang bakar, lokasi titik-titik panas (hot spots) kecepatan piston, dan beberapa faktor-faktor lain, semuanya dapat menyumbangkan kecenderungan ping atau knocking pada mesin.

Sebagai tambahan, dalam dunia penerbangan ketinggian ekstrim dan super/turbo charging mempengaruhi persyaratan-persyaratan oktan.

Kenaikan tekanan induksi (sebagaimana yang dijumpai pada mesin dengan super/turbo charge) menyebabkan penyebaran permukaan api yang lebih cepat. Seperti halnya penurunan tekanan pembuangan (yang akan timbul pada ketinggian) juga cenderung mempercepat laju penyebaran api. Semua effect ini dapat bersama-sama menaikkan persyaratan oktan, khususnya pada ketinggian. Perlu dicatat bahwa effect terakhir juga mempengaruhi ketepatan perbandingan bahan bakar/udara untuk mendapatkan kondisi pengoperasian yang PALING EKONOMIS.

APA ARTI NILAI OKTAN YANG RENDAH?

Pada keadaan terburuk, bila bahan bakar sangat rendah nilai oktannya, dapat terjadi penyalaan spontan sebelum busi memantik, dikarenakan kenaikan suhu oleh panas yang timbul dari kompresi atau oleh titik-titik panas pada silider itu sendiri. Penyalaan seperti ini disebut penyalaan dini (berlawanan dengan knocking) dan merupakan penyebab alamiah yang akan merusak mesin menjadi skrap.

Bahan bakar solar mempunyai peringkat oktan yang cukup rendah, sehingga mencampurnya dengan gasolin dapat menimbulkan penyalaan dini.

Apa yang biasanya terjadi dan apa yang biasa kita sebut knocking atau ping adalah campuran bahan bakar/udara yang tidak menyala sebelum busi memantik, tapi menyala secara spontan, setelah itu busi memantik dan secara singkat menyebabkan peningkatan tekanan didalam ruang bakar. Hal ini menyebabkan bahan bakar pada sisi lain dari permukaan api (Flame Front) menyala sebelum permukaan api mencapainya. Selanjutnya hal ini akan menyebabkan tekanan pada ruang bakar secara cepat naik lebih tinggi lagi. Hasilnya adalah suatu ledakan didalam ruang bakar, sebaliknya dari hal yang diinginkan, yaitu pembakaran yang merata tapi cepat.

APA ARTI NILAI OKTAN TINGGI?

Suatu nilai peringkat oktan yang tinggi menjamin diperlukannya sumber yang nyata untuk menyalakan bahan bakar tersebut (seperti busi atau permukaan api itu sendiri) dan tidak sekedar kenaikan tekanan dan suhu, itu adalah hasil yang normal dari pembakaran dalam.

 Perlu di ingat bahwa kenaikan temperatur didalam silinder adalah berbanding langsung dengan perbandingan kompresi dari mesin tersebut. Semakin tinggi perbandingan kompresi, semakin tinggi pula oktan bahan bakar yang dibutuhkan.

Sekali lagi bila campuran bahan bakar dalam mesin gasolin menyala sebelum busi memantik, kita menyebutnya ”Penyalaan dini”, penyalaan dini dapat merusak mesin, sebelum anda selesai membaca tulisan ini.......
Untuk mengatakan lagi, apa yang menjadi kepentingan kita sesungguhnya adalah yang disebut ”knock” dan itu adalah penyalaan spontan pada campuran bahan bakar/udara lebih awal dari permukaan api sebagai akibat dari kenaikan tekanan didalam silinder yang disebabkan oleh penyalaan yang disengaja (oleh percikan api dari busi).
BAGAIMANA PERINGKAT OKTAN DARI BAHAN BAKAR LAIN SEPERTI SOLAR ATAU BAHAN BAKAR JET DIBANDINGKAN DENGAN GASOLIN.

Solar dan bahan bakar jet (bersama dengan minyak tanah) sebenarnya memiliki bilangan oktan yang mengerikan, biasanya antara 15-25 ”oktan”. Mereka cenderung untuk mudah menyala akibat kompresi yang tinggi. Penggunaan dalam mesin gasolin akan cepat merusaknya.

Bahan bakar solar dinilai dengan bilangan cetan, yang ditentukan seperti oktan dengan menjalankan mesin test dengan memakai bahan bakar tersebut. Berbeda dengan pemakaian Heptan dan Iso-oktan, kita menggunakan naptalin (peringkat cetan =0) dan n-cetane (peringkat cetan =100)

Berlawanan sama sekali dengan peringkat oktan, makin tinggi peringkat cetan, makin tinggi pula kecenderungannya terhadap knock.

Penggunaan bahan bakar dengan bilangan oktan lebih tinggi dari yang dibutuhkan  pada mesin gasoline, tidak menghasilkan keuntungan apa-apa. Penggunaan bahan bakar dengan bilangan cetan lebih tinggi dari yang diperlukan pada mesin diesel, juga tidak menghasilkan keuntungan apa-apa.

Sebaliknya, pada penggunaan bahan bakar dengan bilangan oktan terlalu rendah pada mesin gasolin akan merusak mesin tersebut, penggunaan bahan bakar dengan bilangan cetan terlalu rendah pada mesin diesel hanya akan menghasilkan perputaran yang lebih kasar (atau tidak berputar sama sekali) dan mesin tidak akan rusak.

Catatan:Pada mesin diesel, FFC membantu memecahkan molekul-molekul panjang yang sangat bercabang yang tidak diinginkan dan merubahnya menjadi rangkaian oktan rendah hidrokarbon lurus dan panjang. Hal ini menolong peringkat cetan bahan bakar solar dan membantu mesin menghasilkan tenaga lebih besar dari satu gollon bahan bakar.

BAGAIMANA MESIN DIESEL DAN MESIN GASOLIN BERBEDA DALAM KERJA DAN PERYSARATAN BAHAN BAKARNYA.

Mengapa mesin diesel mentoleransi bahan bakar ber oktan rendah? Pada semua mesin gasolin (termasuk mesin gasolin dengan injektor) campuran pada seluruh bahan bakar dan udara hadir didalam silinder pada setiap waktu saat piston bergerak keatas pada langkah kompresinya.

Hal ini berarti gasolin dapat dinyalakan setiap saat sedangkan kita mengharapkan, gasolin hanya dinyalakan saat  busi memantik, kadang-kadang hanya sesaat sebelum puncak langkahnya. Lebih jauh lagi kita mengharapkan kenaikan tekanan yang bagus, merata dan mantap didalam cilinder sebagai akibat dari penyalaan. Itu berati kita mengharapkan bahwa permukaan (garis depan) nyala bergerak secara linier dari sumber penyalaan (busi) menuju sisi lainnya. Kita tidak mengharapkan pembakaran terjadi secara acak didalam campuran bahan bakar tadi, karena hal ini dapat menyebabkan kenaikan tekanan yang sangat cepat yang mana akan mencampakkan semua perhitungan tentang dimana dan kapan piston seharusnya berada.

Pada Mesin diesel tidak ada bahan bakar didalam ruang pembakaran saat piston mulai bergerak keatas pada langkah kompresi, melainkan bahan bakar tersebut disemprotkan dengan tekanan tinggi (sampai 3000 psi) kedalam ruangan pembakaran pada saat yang tepat dimana penyalaan diinginkan.

Pada mesin diesel dengan perbandingan kompresi sekitar 20:1 (dibanding 7:1 sampai 9:1 pada kebanyakan mesin gasolin moderen) panas yang timbul akibat kompresi akan menaikkan suhu ruang pembakaran sampai 1000-1500 oF.

Penyemprotan berlangsung kira-kira 0,002-0,004 detik selama mana bahan bakar secara spontan menyala akibat panas yang ditimbulkan oleh kompresi dan pada saat yang benar-benar tepat. Meskipun demikian suatu bahan bakar solar dengan peringkat cetan terlalu rendah mungkin tidak akan terbakar atau terbakar tidak merata khususnya pada cuaca dingin atau pada saat mesin dalam keadaan dingin.

Perbedaan kritis kedua adalah bahwa diesel di set untuk membakar bahan bakar dengan cara yang sedikit berbeda.

Suatu mesin gas secara khusus di set sedemikian sehingga campuran bahan bakar, dinyalakan sebelum piston mencapai puncak langkahnya. Tujuan kita adalah agar campuran bahan bakar tadi terbakar seluruhnya disekitar puncak dari langkah. Jadi tekanan pembakaran dimaksimumkan pada puncak langkah dan secara bertahap menurun sesuai dengan gerak langkah piston kebawah pada langkah kerja (dan volume di dalam silinder naik). Diesel Pada sisi lain, di set untuk menyemprotkan bahan bakar sangat dekat dengan puncak langkah kompresi. Bahan bakar menyala secara spontan (penyalaan sendiri) dan kenyataan terjadi knock sebagaimana terjadi pada mesin gasolin (”Knocking” klasik pada diesel).

Tekanan pembakaran pada diesel bertambah secara merata selama piston bergerak kebawah. Dan hasilnya adalah bahwa piston diesel ”merasakan” tekanan konstan  selama begerak dari TDC menuju BDC, sedangkan piston pada mesin gasolin yang bekerja normal ”merasakan” penurunan tekanan yang konstan selama bergerak ke bawah langkahnya.

Hasil akhir adalah bahwa diesel merasakan tekanan puncak yang lebih rendah, tapi berlangsung selama periode yang panjang saat piston pergerak kebawah, sedangkan mesin gasolin merasakan tekanan puncak jauh lebih tinggi yang kemudian mendadak menurun saat piston bergerak kebawah.

Implikasi dari yang terakhir adalah bahwa secara berkala mesin gasolin bekerja mendekati kemampuan batalan (metal)nya. Segala sesuatu seperti knocking yang mana meningkatkan tekanan puncak tadi, bahkan lebih, akan diteruskan melampaui batas kemampuan dari batalan (metal)nya dan mengakibatkan kerusakan mesin.
Knocking pada mesin gasolin cenderung muncul pada akhir pembakaran saat tekanan didalam silider telah tercapai , sebagai akibat dari penyalaan, nilainya tinggi, cukup tinggi untuk menyalakan sendiri bahan bakar.
Knock pada mesin diesel muncul pada awal pembakaran sebagai akibat langsung dari tekanan piston saja, hal mana memungkinkan pembakaran lebih lanjut sambil piston bergerak kebawah. Pembakaran berlanjut ini menjaga tekanan dalam silider konstan sambil piston begerak menuju BDC.

BAGAMANA ANDA MENENTUKAN OKTAN BAHAN BAKAR PENERBANGAN?

Oktane bahan bakar penerbangan tidak ditentukan dengan cara yang sama pada bahan bakar otomotiv, sekali lagi kita mulai dengan mesin ASTM-CFR.

Pertama kita set ASTM-CFR untuk metode motor dan menggunakan metode tersebut  untuk menentukan peringkat bahan bakar motor.

Kemudian kita koreksi peringkat tersebut pada peringkat ”Aviation Lean” menggunakan tabel konversi. Dibawah motor oktan 110 (nomor kinerja 110) angka ”aviation lean” dan motor oktan akan berbeda hanya sekitar 1 atau 2 angka. Diatas motor oktan 110 perbedaannya dapat sangat menyolok.

Berikutnya kita gunakan versi lain dari mesin ASTM-CFR. Mesin ini mempunyai perbandingan kompresi yang tetap, tapi memungkinkan pengisian super charger pada intake manifold. Dengan menambah tekanan intake lebih tinggi dan lebih tinggi sampai pada setting yang menimbulkan knocking. Selain dari itu parameternya sama dengan yang ada pada metode motor untuk otomobil. Metode super charger kemudian digunakan untuk menentukan nilai ”Kaya” bagi bahan bakar penerbangan.

Sebenarnya  metode penekanan ini (berlawanan dengan perubahan perbandingan kompresi) adalah langkah mundur pada 1950an dan 1960-an saat super charger adalah biasa pada mesin-mesin pesawat terbang. Para teknisi sangat berkepentingan dengan sifat bahan bakar terhadap usaha meningkatkan nilai-nilainya.
Karena perbedaan cara mengukuran oktan pada bahan bakar otomotiv dan penerbangan, seseorang harus sangat berhati-hati bila membandingkan angka absolut.Oktan 100 avgas tidaklah sama dengan oktan 100 outogas (tapi mendekati).

Seseorang harus berhati-hati menyetel mesin kearah ”miskin” (lean), karena hal ini dapat menyebabkan permintaan oktan yang lebih tinggi dari pada yang dapat disediakan oleh bahan bakar otomobil. Carilah bahan bakar otomotiv dengan bilangan oktan diatas bilangan oktan bahan bakar penerbangan yang lebih rendah yang dapat anda temukan. Bila anda mendapatkan yang sama atau diatas permintaan oktan ”kaya” (angka lebih tinggi) maka anda tidak akan mendapatkan masalah (OK).

Suatu mesin pada peringkat 80/87 penerbangan seharusnya tidak akan mengalami masalah dengan oktan 89 (atau lebih tinggi) tanpa timbal. Mesin pada peringkat 91/96 harus bekerja setidaknya dengan (motor) oktan 91 tanpa timbal, tapi harap dicatat hal ini adalah lebih rendah dari batas kaya yang diminta (96) oleh mesin.
Oleh karenanya adalah sangat kritis untuk membatasi tingkat ”Lean” pada mesin dengan kombinasi bahan bakar bila bekerja pada setelan tenaga tinggi.

APAKAH YANG TERBAIK PADA PESAWAT UDARA?

Kita ingin membuat mesin-mesin pesawat udara dengan sifat-sifat sebagaimana berikut;
Perbandingan tenaga/berat sangat tinggi.

Konsumsi bahan bakar spesifik yang rendah (sehingga tidak perlu membawa bahan bakar yang berat).
Cara termudah melakukan hal ini tanpa melibatkan banyak peralatan yang rumit yang mungkin gagal dan menambah berat adalah dengan menaikkan perbandingan kompresi mesin. Effisiensi mesin adalah berbanding langsung dengan perbandingan kompresinya, sayangnya menaikan perbandingan kompresi berarti kita perlu mencegah terjadinya knock/detonasi.

Bagaimana kita melakukan hal ini? Kita gunakan bahan bakar oktan tinggi (oktan 100)!


Menyetel Mesin yang dilengkapi dengan Fitch Fuel Catalyst

Karena bahan bakar yang di proses dengan Fitch Catalyst terbakar lebih sempurna, mungkin di perlukan penyetelah jet kembali untuk mencapai rasio bahan bakar/udara yang optimal serta penyetelan waktu peyalaan, untuk merasakan keuntungan-keuntungan penuh dari bahan bakar yang diproses dengan Fitch. Kami merekomendasikan agar mesin di setel ulang setelah pemasangan produk Fitch dengan menyetel waktu penyalaan sesuai spesifikasi pabrik, dan kemudian penyetelan rasio bahan bakar/udara untuk mendapatkan performa optimal.

Kalau menggunakan produk Fitch, bersamaan dengan penggunaan peralatann performa lain dari pasar, seperti exhaust header atau pipa-pipa atau unit-unit manajemen performa mesin, kami menganjurkan prosedur yang sama pada No.1

Beberapa produk kendaraan-kendaraan rekreasi mempunyai perbardingan kompresi tinggi dan penyalaan lebih awal. Penggunaan bahan bakar beroktan tinggi diperlukan untuk menghindari pembakaran tidak normal akibat panas atau tekanan dari kompresi tinggi. Penggunaan Fitch Catalyst memungkinkan, kendaraan-kendaraan ini mengurangi oktannya satu tingkat atau lebih tanpa menimbulkan masalah –masalah detonasi.

Karburator dan Fitch Catalyst -  Kebanyakan mesin karburator dapat bekerja dengan campuran lebih kusus dengan menggunakan Fitch Fuel Catalyst. Beberapa customer  melaporkan pengurangan jet 1-2 ukuran.
Kondensasi Air Dan Fitch - Fitch Fuel Catalyst mengurangi tendensi bahan bakar dalam menyerap air. Dia tidak dapat menghentikan timbulnya kondensasi karena perubahan temperatur. Jadi di rekomendasikan untuk menjaga agar tanki bahan bakar diisi penuh selama masa tidak digunakan.

Bagaimana ukuran model Fitch yang tepat ditentukan untuk penggunaan? Ukuran tanki bahan bakar dan laju aliran bahan bakar ke mesin adalah factor yang menentukan.

Apakah Fitch Fuel Catalyst akan merusak jet. Jet pada karburator atau injektor?

PASTI TIDAK ! Ficth Fuel Catalyst tidak menambahkan apapun kepada bahan bakar. Bahan bakar yang di        proses dengan Fitch akan membantu menjaga jet atau injektor tetap bersih.

Sepeda motor/motorcross, kantor kami merekomendasikan untuk memasukkan Fitch Fuel Catalyst kedalam penyimpanan bahan bakar/tabung pengisi dari pada kedalam tanki bahan bakar sepeda motor itu sendiri karena lingkunan penggunaannya yang ekstrim.

Fitch Fuel Catalyst tidak mengambang, bergerak kesana-kemari atau merusak komponen didalam tanki bahan bakar. Unit Fitch Fuel Cartalyst secara gravitasi akan jatuh ke tempat terendah didalam tanki bensin.
Andalkan Fitch Fuel Catalyst untuk penyimpanan musiman - Fitch Fuel Catalyst akan membantu menjaga bahan bakar tetap segar dan mengurangi pembentukan gum dan pernis.

Kendaraan-kendaraan rekreasi dengan injektor bahan bakar—Unit control manajemen elektronik (EMU) : Pada saat memasang Fitch Fuel Catalyst, kable-kabel baterei perlu dipasang selama 15-20 menit. Hal ini akan memungkinkan memori computer mengeset kembali. Banyak petunjuk mesin (Engine Manual) berisi instruksi bagaimana mengeset kembali unit manajemen mesin.

Rekomendasi-rekomendasi yang perlu diikuti untuk melakukan pengujian Dyno pada Fitch Fuel Catalyst.
Lakukan pengujian dengan cara meniru kondisi-kondisi lapangan yang sebenarnya.

Gunakan bahan bakar yang umum dijual, jangan gunakan bahan bakar khusus seperti indoline atau laboratorium.
Hindari penyimpanan bahan bakar secara terbuka gunakan cara pemasokan bahan bakar yang mungkin mirip dengan sistim bahan bakar pada kendaraan atau perahu dengan batasan jaraknya dari mesin, ukuran tanki, ketinggian tanki, tutup corong bahan bakar dan lain-lain.

Jangan mengisi tanki terus menerus atau sering menambah, tetapi lakukan kalau permukaan didalam tangki rendah saja.

Lakukan pengujian pertama untuk mendapatkan garis dasar (base line) terlebih dahulu, hitung torsi dan HP mulai dari putaran (rpm) terendah yang dimungkinkan.

Keluarkan Drop-in dari pakingnya dan jatuhkan semuanya kepada beberapa gallon bahan bakar pada tabung bahan bakar terpisah, kemudian kocoklah semuanya dengan baik dan diamkan selama periode 24 jam. Hal ini adalah fungsi yang penting karena bahan bakar harus berkontak secara baik dengan Catalyst untuk berfungsi yang benar dan memberi effek secara penuh.

Catatan :Hal ini dapat dilakukan sehari sebelum pengujian Dyno bila diinginkan dan dianjurkan.

Menjelang pengujian Dyno, kocoklah tabung ini sehingga Catalyst bergerak-gerak didalam tabung untuk mempercepat gerakan bahan bakar seperti didalam tanki seperti kondisi kendaraan yang bergerak.
Tuangkan bahan bakar kedalam tanki sepeda motor.

Informasi Untuk Pengujian Lapangan Untuk Armada Truk

Eveluasi-evaluasi yang dilakukan dengan Fasilitas Laboratorium adalah jauh lebih teliti untuk menguji Fitch Fuel Catalyst dibandingkan dengan Pengujian Lapangan.  Ada banyak variable di lapangan yang mempengaruhi suatu pengujian dan sangat sulit mengumpulkan data yang tepat. Kalau pengujian lapangan adalah satu-satunya alternative, ada beberapa rekomendasi untuk melakukan evaluasinya.

Beberapa poin penting untuk mengevaluasi armada kendaraan;

Selalu melakukan evaluasi pada 3 atau lebih kendaraan di tambah satu kendaraan control (Pembanding).

Ahli-ahli statistik menyarankan untuk mengumpulkan semua data dan menghitung rata-ratanya—informasi dari satu pengujian tidak selalu mewakili-pengujian harus di ulang lebih dari sekali atau data harus dikumpulkan lebih dari 1 sumber.




Termasuk kendaraan control-Tekanan ban, penggantian minyak pelumas, saringan minyak,saringan bahan bakar dan lain-lain.

Jangan memakai additive-additive lain atau peralatan—peralatan tambahan selama melakukan evaluasi. Fitch Fuel Catalyst paling menguntungkan untuk Truk-truk diesel kelas 5,6&7 (berhenti & jalan, truk-truk pengantaran, truk-truk box dan lain-lain) Mesin sering mengalami under load.

Class 8-Truk truk steady state (truk-truk muatan panjang, traktor trailer) cenderung merekfleksikan kenaikan mpg yang lebih kecil dari penggunaan FFC karena mesin tidak sering mengalami under load—kecepatan merata.
Kumpulkan informasi garis dasar (base line—sebelum dipasang FFC) dan retrofit (sesudah dipasang FFC) yang akurat.

       1.        Jalan raya vs dalam kota (persentase selama base line vs retrofit)

       2.        Waktu idle selama base-line vs retrofit-hitung persentasenya

       3.        Kapasitas muatan-berat muatan selama baseline vs retrofit

       4.        Catat kondisi cuaca (Hujab, salju dan terang)

       5.        Penggunaan AC atau pemanas selama baseline vs retrofit (tenaga kuda dan torsi)

       6.        Tititk-titik pemindahan gigi base line vs retrofit (tenaga kuda dan torsi)

       7.        Jejak jelaga yang nampak pada saluran gas buang

       8.        Berikan pelatihan pada periode star & pemanasan khususnya di musim dingin.

Bahan Bakar musim dingin-Selama bulan-bulan Oktober-April kebanyakan bahan bakar memakai additiv didalamnya, sejak dari pabrik penyulingan yang mana dapat mempengaruhi ekonomis bahan bakar selama bulan-bulan Mey-September, hal ini adalah yang direkomendasikan oleh APSI (Kondisi di Amerika).

Bahan bakar solar ”Musin dingin”  nomor 2 (DF2). Kehilangan kemampuannya untuk mengalir pada suhu dibawah 20°F (-7° C) hal ini dikarenakan pemisahan wax (malam) dan biasanya disebut “gelling”. Makin pekat komponen wax dalam bahan bakar dapat menyumbat saringan bahan bakar, meskipun dia dapat mengalir melalui saluran bahan bakar yang lebih besar diameternya. Kebanyakan perusahaan minyak me “musim dingin” kan bahan bakar yang dijualnya selama bulan-bulan musim dingin.

Bahan bakar “musim dingin” ini menolak pembentukan gel pada temperatur rendah. Bahan bakar “musim dingin” tidak memberikan performa yang sama dengan bahan bakar musim panas, jadi wajar kalau mpg anda akan berkurang saat menggunakannya. Mereka yang sama mungkin berbeda di Maine dari produk yang dijual di New York dan di Florida.

Bahan bakar diesel terdiri dari minyak molekul-molekul hidrokarbon yang berbeda dengan karakteristik yang bervariasi. Yang menarik kususnya adalah temperatur, beberapa pemadatan dan menjadi wax. Keberadaan kristal –Kristal max disebut “Cluding” dan temperatur dimana terjadi hal ini pada campuran tertentu disebut “Cloud Point”.

Penurunan “Cloud Point” biasanya dilakukan dengan menambahkan komponen-komponen yang lebih berat (naphthalene) dan aromatic) dan beberapa additive, tapi hal ini juga mengurangi energy bahan bakar dan konsekuensinya adalah menurunkan mpg. Bahan bakar musim dingin adalah kurang ekonomis dan lebih ringan dibandingkan bahan bakar musim panas yang lebih berat. (tidak relevan di Indonesia, tapi berguna untuk membantu memberikan pengertian bagaimana bahan bakar dan kondisi-kondisi dapat bervariasi dan kompleks).
Pengujian lapangan Fitch Fuel Catalyst akan memakan waktu yang sangat lama untuk melaksanakan evaluasi secara akurat. 

Terima kasih Advance Power Systems Inc dan beberapa distributor telah mengontrak secara independen beberapa Laboratorium untuk  melakukan pengujian-pengujian laboratorium independen ini sangat jauh lebih akurat dibandingkan evaluasi lapangan model apapun.

FTG sudah melakukan berbagai oengujian di Indonesia semua mengkonfirmasikan suatu penghematan bahan bakar yang nyata, tenaga torsi lebih besar dan emisi-emisi berbahaya yang lebih rendah.

Top of page