MASALAHNYA ADALAH DEGRADI BAHAN BAKAR
Seperti diketahui secara luas pada pusat–pusat pemeliharaan mesin, 70% dari kegagalan mesin adalah berkaitan dengan bahan bakar. Dengan penambahan sedikit panas, kelembaban dan waktu, proses oksidasi terjadi dengan sangat cepat pada bahan bakar yang disimpan masa kini, menghasilkan gum, damar dan permis-”Cholesterol” bagi ”Jantung” sebagian besar mesin dan pemadaman listrik.
Di Indonesia dimana temperatur dan kelembaban yang tinggi selalu muncul sepanjang tahun, hal ini sangat relevan.
Permasalahan dimulai dengan bahan bakar modern saat ini. Bahan bakar yang disebut ”Bersih” ini secara tipikal terurai jauh lebih cepat dibandingkan bahan bakar yang dibuat 20 tahun yang lalu. Meskipun semua bahan bakar mengalami hal yang sama, yang paling beresiko adalah bensin yang diformulasikan kembali oleh EPA (RFG) yang mengandung zat-zat oxigenal tambahan, turunan dari methyl alkohol dan ethyl alkohol. Kita melihat bahwa bensin mempunyai umur penyimpanan yang sangat singkat, sekitar satu buluan, terutama dikarenakan sebagai subject terhadap panas dan kelembaban.
Bahan bakar solar bernasib sedikit lebih baik, tapi tidak banyak. Kebanyakan semua bahan bakar diesel, termasuk jenis belerang rendah, mempunyai umur penyimpanan dari 3 sampai 6 bulan. Hal ini sebagian disebabkan oleh teknik-teknik pemrosesan yang dikembangkan oleh pabrik-pabrik penyulingan pada tahun-tahun terakhir.
Meskipun metode yang baru adalah lebih effisien, memproduksi bensin lebih banyak dari tiap barrel minyak mentah, bahan bakar seperti ini seringkali kurang stabil dibandingkan dengan bahan bakar yang dihasilkan langsung dengan cara konvensional seperti sebelunya.
Untuk memperparah keadaan, kualitas pasokan minyak mentah ke pabrik penylingan berubah-rubah tiap hari seiring dengan pengapalannya. Peralatan dalam proses ini harus terukur secara tepat terhadap kualitas yang bervariasi, tetapi hal itu tidak selalu terjadi, pengabaian terhadap hal ini berakibat terhadap proses yang buruk dan bahan bakar yang kurang stabil.
Hasil survei oleh salah satu perusahaan minyak mengindikasikan bahwa sekurang-kurangnya 50% bensin yang dijual adalah dibawah standar. Fitch Fuel Catalyst merawat bahan bakar dan bukan mesin atau peralatan.
Hasilnya adalah bahan bakar yang lebih segar dapat terbakar lebih tuntas dan menghasilkan emisi yang lebih rendah serta pembakaran yang lebih efisien. Pada mesin pembakar minyak (burner) penghematan bahan bakar umunya 10% atau lebih.